Juventus Terus Upayakan Perpanjangan Kontrak Allegri

Pihak Juventus dikabarkan terus berusaha untuk menekan sang manajer Massimiliano Allegri guna segera memperbarui masa baktinya. Sebelumnya, manajer asal Italia itu mendapatkan tawaran kontrak dengan nilai yang menggiurkan dari Barcelona dan Arsenal. Namun nampaknya Allegri akan lebih memilih untuk melanjutkan petualangannya bersama I Bianconeri.

Massimiliano Allegri

Juventus tengah berusaha menekan Massimiliano Allegri untuk menandatangani kontrak baru

Meskipun pihak klub yang bermarkas di Juventus Stadium ini tengah berusaha untuk memperpanjang kontrak sang manajer. Tapi pihak Allegri sendiri belum menyambut penawaran tersebut.

Kontrak manajer yang kini telah menginjak usia ke 49 tahun itu bersama Si Nyonya Tua akan berakhir di akhir musim 2017/2018 atau sekitar tiga bulan lagi. Akan tetapi, pihak manajemen Juve memiliki hasrat untuk meneruskan kerja sama bersama mantan pelatih AC Milan itu hingga akhir musim 2021 mendatang.

Pihak Vecchia Signora bahkan sudah menyiapkan gaji yang cukup fantastis sebesar €7,5 juta per tahun atau naik sebesar  €2,5 juta dari besaran gaji Allegri di musim sebelumnya.

Juventus Siap Jadikan Marco Verratti Sebagai Pemain Italia Termahal

Selain berusaha untuk menekan Allegri demi menambah masa baktinya. Pihak Juventus juga tengah dikabarkan akan segera melakukan langkah yang nyata. Guna merekrut gelandang berkebangsaan Italia yang pada musim ini masih menjadi kunci permainan Paris Saint-Germain, Marco Verratti.

Marco Verratti

Juventus dikabarkan akan siap menjadikan Marco Verratti sebagai pemain Italia termahal

Berdasarkan laporan dari salah satu media besar Eropa, bahwa manajemen Juve disebut-sebut siap untuk menjadikan Marco Verratti sebagai pemain Italia termahal pada bursa transfer musim panas nanti.

Tidak main-main, Si Nyonya Tua sudah menyiapkan dana sebesar €80 juta. Untuk memboyong gelandang 24 tahun itu dari Parc des Princes.

Sebelumnya dikabarkan, bahwa Verratti sudah tidak ingin memperpanjang kontraknya bersama Les Parisien. Kabar itu menyusul PSG yang terpaksa tersingkir di babak 16 besar dari kancah Liga Champions pada musim ini. Setelah pada leg kedua yang dihelat di Camp Nou markas Barcelona, tim asuhan Unai Emery menelan kekalahan 6-1.

Padahal pada leg pertama yang berlangsung di Parc des Princes, Edison Cavani CS sukses memetik kemenangan dengan skor 4-0. Hingga agregat akhir menjadi 6-5 untuk keunggulan Blaugrana.

Peluang La Vecchia Omcidi untuk merekrut Verratti terbilang besar. Pasalnya, pemain bertubuh mungil ini diketahui bahwa dirinya merupakan seorang fans Juventus yang dikenal dengan sebutan Juvetini sejak usianya masih anak-anak. Hal itu yang diketahui bahwa Verrati menolak tawaran dari AS Roma dan tim raksasa Bundesliga Bayern Munich.

Walaupun demikian, Si Nyonya Tua tetap akan mendapatkan rintangan dari pihak PSG yang dikabarkan tidak akan melepas gelandang andalan itu. Mengingat peran Verratti di kubu tim didikan Unai Emery sangat penting. Terlebih, pihak Les Parisiens juga tidak akan melepas mantan Pescara ini dibawah harga €100 juta.

Zdenek Zeman Menilai Bahwa Juventus Layak Memuncaki Klasemen

Juventus kerapkali dituding selalu mendapatkan keuntungan dari sejumlah keputusan sang pengadil lapangan. Namun Zdenek Zeman yang kini menangani Pescara mengungkapkan bahwa Zebre memang layak untuk berada di posisi teratas karena merupakan tim yang hebat, bukan dikarenakan bantuan wasit.

Zdenek Zeman

Zdenek Zeman menilai bahwa Juventus layak menempati posisi teratas tangga klasemen Serie A Italia

Hingga pekan ke 29 Serie A Italia, Juventus masih kokoh di puncak klasemen dengan raihan 73 angka. Berselisih delapan angka dari AS Roma yang duduk di peringkat kedua dan berjarak sepuluh poin dari Napoli di urutan ketiga.

“Saya menilai bahwa sudah sepantasnya Juve berada di puncak klasemen. Karena memang mereka merupakan tim yang hebat untuk saat ini. Mengenai polemik akhir-akhir ini, itu tidaklah penting. Juve sudah mengetahui bahwa mereka harus lebih berkonsentrasi di laga berikutnya. Terlebih pada ajang UCL melawan Barcelona,” ujar Zdenek.